Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Tubuh Perlu Cahaya Matahari Yang Cukup Agar Sehat, Ini Faktanya

Ilustrasi by net

(smtourtravel.online) -
Mungkin jika kita terpapar sinar matahari yang terlalu lama akan membawa dampak negatif bagi kesehatan kulit kita. Namun paparan sinar matahari yang seimbang, bisa mendatangkan manfaat bagi kesehatan kita, termasuk juga masalah mental.

Melansir dari Kompas.com, jika kita terpapar sinar matahari yang cukup bisa meningkatkan kadar serotonin yang mendukung peningkatan suasana hati. Hal ini tentu akan membuat kita bisa merasa tenang dan lebih fokus. Dan sebaliknya, tanpa paparan sinar matahari yang cukup akan membuat kadar serotonin pada tubuh bisa menurun.
 

logo Smart Ads rajawali elt ads smart biz ads lestari mete

nabung coin


Hal tersebut bisa mengganggu kesehatan mental, salah satunya adalah depresi. Menurut salah satu pakar kesehatan mental, yakni Michael Roizen. Hal-hal penyebab yang bisa mempengaruhi sejumlah respon pada otak, salah satunya adalah dengan terkena sinar matahari yang cukup. Hal tersebut juga bisa mempengaruhi kondisi mental serta kewaspadaan manusia.

Ia menjelaskan bahwa, sebab paparan sinar matahari dengan jumlah yang cukup akan meningkatkan suasana hati dan pikiran kita.



Ilustrasi by net

Peneliti dan ahli kesehatan mental, Mithu Storoni juga menjelaskan, paparan sinar matahari yang cukup akan membantu untuk tidur lebih nyenyak di malam hari.

Apabila mendapat paparan sinar matahari pada pagi hari, akan memicu peningkatan melatonin di malam harinya. Melatonin merupakan salah satu hormon yang diproduksi kelenjar pineal di otak saat malam hari.

Hormon ini bisa memicu rasa kantuk dan dapat meningkatkan kualitas tidur serta mengurangi tingkat stres. Selain itu, dengan terkena sinar matahari yang cukup dapat mempertahankan ritme sirkadian normal tubuh.
 


Baca juga : Pengobatan Dan Jamu Tradisional Masih Eksis Di Era Milenial 

Meskipun paparan sinar matahari memiliki dampak positif bagi tubuh, namun jika terkena sinar matahari yang berlebihan dapat merusak sel DNA dan menyebabkan kanker kulit.

Sayangnya para peneliti belum menemukan ukuran pasti paparan sinar matahari yang dibutuhkan manusia.

Namun, para ahli kesehatan menyebutkan bahwa jumlah paparan sinar matahari yang dibutuhkan tiap individu manusia tergantung pada jenis kulit dan berapa lama durasi paparan sinar matahari secara langsung.

Orang yang memiliki kulit cerah, cenderung cepat terbakar jika terkena sinar matahari daripada mereka yang memiliki kulit gelap. 

Menurut data WHO sebagai organisasi kesehatan dunia menyebutkan bahwa kita sebaiknya mendapatkan paparan sinar matahari setiap paginya selama lima hingga 15 menit di lengan, tangan dan wajah sebanyak dua hingga tiga kali seminggu. Hal itu dilakukan supaya mendapat vitamin D sehingga tumbuh terasa lebih sehat.
 


Ilustrasi by net


(Hermawan Aura)




Tonton Juga



Simak juga : video berita menarik smart news
beranda

beranda


Posting Komentar

0 Komentar