Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Siap Dibongkar, Harta Karun Goa Sengok Di Getas Playen



PLAYEN, (smtourtravel.online) -
Beberapa bulan yang lalu sempat smart news mengangkat sebuah artikel tentang potensi alam yang menjadi salah satu harta karun masyarakat Getas. Harta yang dimaksud adalah banyaknya volume fosfat goano di dalam goa bernama 'Sengok'.

Secara umum, perwujudan fosfat goano ini berupa gundukan kotoran kelelawar yang sudah lama tinggal di dalam goa. Bila dilihat dari luas Goa Sengok yang menggambarkan kuantitas materialnya, diperkirakan memiliki nilai jual mencapai ratusan juta rupiah.

Fosfat Guano memiliki kandungan fosfor yang tinggi. Material ini merupakan bahan dasar yang sangat efektif sebagai pupuk organik tanaman untuk penyubur tanah maupun mesiu karena selain kandungan fosfor, nitrogennya pun juga tinggi.

Superfosfat yang berasal dari guano digunakan untuk topdressing. Tanah yang kekurangan zat organik seperti humus, dapat dibuat lebih produktif dengan tambahan pupuk ini.
 

logo Smart Ads rajawali elt ads smart biz ads lestari mete

nabung coin


Sabtu, 13 Februari 2021 lalu, di rumah salah satu warga bernama Bandung, diadakan penyuluhan dan pelatihan tentang pengolahan dan pemanfaatan fosfat goano ini. Tidak begitu saja bahan dasar ini dapat langsung dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Butuh beberapa tahapan pengolahan dan campuran material lainnya agar semua kandungan yang dibutuhkan tanaman dapat sempurna tersedia dalam pupuk organik ini.

Kasmadi, adalah nama nara sumber yang didatangkan dari Ponjong Gunungkidul untuk memberikan pencerahan atas permintaan GRM Kukuh Hertriasning. Ia adalah seorang pengusaha pupuk organik sekaligus peneliti bahan fertilisasi tanah. Debutnya di bidang pertanian telah membuat mantan bupati Hj. Badingah memintanya konsentrasi di Gunungkidul demi kemajuan pertanian yang sebelumnya ia lebih banyak berkegiatan di Solo.





Salah satu prestasinya berupa penemuan dan budi daya bakteri pengurai pembuat pupuk organik, ia beri nama M213. Ia juga penemu obat anti uret yang sering menyerang akar tanaman.

"Secara garis besar, memanfaatkan potensi fosfat goano untuk dijadikan pupuk organik tidak bisa secara serampangan. Kandungan pupuk organik minimal harus memenuhi unsur N, P dan K. Apa yang tidak terdapat dalam fosfat goano harus dilengkapi. Apa lagi ketersediaan fosfat goano sangat terbatas. Tidak bisa dipacu pengadaannya. Maksimal penyertaannya hanya 10% dan unsur lainnya 90%," terangnya.


Baca juga : Tak Disangka Ada Harta Karun Di Goa Sengok 

"Di samping itu, kondisi kesuburan tanah di lahan yang satu dengan lainnya berbeda-beda. Harus diteliti atau minimal dicermati apa kelebihan dan kekurangan di suatu daerah. Tidak bisa dibuat rumusan komposisi yang paten dalam pembuatan pupuk organik. Selain itu, terdapat pula bakteri yang merugikan yang treatmentnya dapat disertakan dalam pupuk yang dibuat agar bakteri tersebut berbalik menjadi menguntungkan tanaman," lanjut Kasmadi.

Khusus tanah di wilayah Getas Kapanewon Playen, melalui hasil observasinya, ia dapat menyimpulkan dan memberikan formula bahan berupa :

1. 10% fosfat goano
2. Feises 55% (kotoran ternak)
3. Serat 25%
4. Abu 10%

Bahan tersebut diberi campuran formula lagi sebanyak 5%nya. Materialnya antara lain :

1. Bekatul 5kg
2. Garam 20kg
3. Tetes tebu 3 botol
4. Racun uret 1 L
5. Bakteri M213 1 L
6. Air secukupnya

Cara pengolahannya :

1. Siapkan media berbentuk kotak untuk proses fermentasi berukuran 1 x 2 x 1m untuk volume 5 ton. Masukkan plastik lebar untuk mendasarinya.

2. Campurkan seluruh komposisi bahan di atas hingga merata. Kemudian masukkan ke dalam kotak tersebut.

3. Tutup rapat dengan plastik sampai kedap udara dan biarkan hingga 21 hari. Selama fermentasi, adonan tidak perlu dibuka atau diaduk-aduk.

4. Prinsipnya semakin lama semakin bagus. Namun ketika sudah 21 hari, pupuk sudah siap digunakan. 




Kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang diinisiasi oleh sebagian warga masyarakat, lembaga Kalurahan Getas, kerabat keraton Jogja dan media smart news ini diharapkan dapat memicu masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada secara mandiri. Terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pertanian di wilayah Getas sendiri.

Bila kapasitas produksi melebihi kuota kebutuhan masyarakat petani lokal maka nilai plusnya berupa munculnya potensi bisnis dengan mendistribusikan hasil produksi tersebut ke daerah lain. Ini berarti, upaya yang dilakukan ini dapat lebih memakmurkan warga masyarakat Getas ke depannya.


(Heru Bencex)




Tonton Juga



Simak juga : video berita menarik smart news
beranda

beranda


Posting Komentar

0 Komentar