Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Sejak Sebelum Nabi Sulaiman Sampai Saat ini, Batu Mulia ini Sangat Diminati



(smtourtravel.online) - Batu akik sempat meroket harganya dan booming di Indonesia. Semakin langka batunya atau semakin sulit cara mendapatkannya maka nilai jualnya akan semakin mahal. Batu mulia sebagai bahan utama pembuatan akik selain dipercaya memiliki nilai mistis yang kuat karena dapat menampung berbagai energi, juga dipandang sebagai batu perhiasan sejak dahulu. Bahkan sejak zaman Nabi Sulaiman, batu mulia berbentuk akik ini sudah sangat populer.

logo Smart Ads rajawali elt ads smart biz ads lestari mete

nabung coin


Dahulu batuan bahan dasar akik selain dipergunakan untuk cincin juga dibuat manik-manik, mangkuk, patung dan kerajinan lainnya. Kini, batu akik khususnya sedang mengalami penurunan pamornya, banyak pedagang batu-batu akik yang mulai gulung tikar. Apalagi sejak pandemi covid-19 ini, mata pencaharian masyarakat yang seakan mati suri membuat kebingungan pelaku kerajinan ini dalam mencari pekerjaan lain. 

Kali ini smart news ingin mengenalkan dan mengingatkan kembali bahwa kerajinan batu akik jangan sampai dilupakan. Walau bagaimanapun, jenis benda yang satu ini merupakan bagian dari budaya leluhur. 





Batu akik memiliki berbagai macam jenis dan corak ragamnya, mulai dari agate, calsedony, quart, crisocola, serpentin dan masih banyak lagi. Dari sekian banyak jenis, berikut sedikit ulasan tentang batu mulia bahan akik khusus jenis serpentin. Selain tampilan batunya yang menawan dan berkilau, batu ini dipercaya memiliki energi positif secara alami.

Serpentin atau serpentinisasi adalah proses metamorf suhu rendah geologis yang melibatkan panas dan air, di mana batuan mafik dan ultra mafik silica rendah dioksidasi dan dihidrolisis oleh air menjadi sepentinite.
 


Baca juga : Samiyono, Tak Getar Panas Terik Dan Hujan Badai 

Gabungan dari peridotite, dunite dasaran laut diubah menjadi serpentin, brucite, magnetite dan beberapa mineral langka lainya yaitu awaruite dan besi asli. Dalam proses ini jumlah air diserap untuk meningkatkan volume dan mengurangi kepadatan serta menghancurkan struktur pada batu jenis ini. Sedangkan nama serpentin sendiri diambil dari warnanya yang kehijauan seperti ular dan terlihat berminyak.

Batu mulia jenis ini banyak dibuat menjadi perhiasan cincin, liontin dan lainnya. Di negara timur, batu ini kebanyakan dibuat cincin dan diberikan tulisan-tulisan sebagai simbol keberuntungan, rejeki, keamanan dan kekuasaan yang diberikan Tuhan semesta alam.

Terlepas dari kandungan energi alamiah yang dimilikinya, batu mulia selain memiliki nilai estetis juga ketika sudah diolah menjadi sebuah perhiasan akan bernilai estetika yang tinggi.

Demikian sekilas tentang batuan serpentin yang banyak diminati masyarakat pecinta batu akik. Semoga bermanfaat. 






(GalineAS)




Tonton Juga



Simak juga : video berita menarik smart news
beranda

beranda


Posting Komentar

0 Komentar