Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Viral, Tren Baru Terobosan Seni Ukir Di Media Spons



KARANGMOJO, (smtourtravel.online) - 
Seni dan kerajinan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Meski zaman semakin modern, hasil karya bermotif tradisional tetap memiliki posisinya untuk terus eksis. Hasil ekspresi seorang perupa dan pengrajin yang memiliki daya pukau dari segi keindahannya juga akan mencitrakan karakter bagi pengguna maupun kolektornya.

Sunrise Decoration yang beralamat di Padukuhan Ngricik RT 05/RW 05, Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo Gunungkidul DIY ini adalah salah satu pelaku dan penggebrak seni kerajinan ukir. Karyanya sudah mulai tersebar ke nusantara. Banyak orang tertarik memesan meski berada jauh di luar kota. Tak hanya untuk kebutuhan dekorasi rumah namun juga untuk keperluan sebuah even, seperti acara wedding (pernikahan) dan sebagainya.
 

logo Smart Ads rajawali elt ads smart biz ads lestari mete

nabung coin


Heri Susanto (40) merupakan pemilik dari Sunrise Decoration. Basiknya pernah bersekolah di SMK Muhammadiyah Ponjong, jurusan seni dan kerajinan. Awalnya ia sama dengan rekan sekolah lainnya setelah tamat. Berprofesi di kerajinan tatah ukir kayu. Namun ketika beberapa tahun ke belakang mulai marak seni kerajinan ukir berbahan dasar sterofoam maka ia pun terinspirasi.

"Pada sekitar tahun 2013 sedang terjadi tren ukiran berbahan dasar sterofoam. Saya pun tertarik. Namun bahan ini memiliki kelemahan, sangat riskan rusak. Walaupun ringan bila dibawa ke mana-mana. Akhirnya saya bereksperiman dengan bahan spons. Sejenis bahan untuk pembuatan sandal dan sepatu. Hingga alhamdulillah, sambutan pasar cukup lumayan," jelasnya ketika diwawancarai.





Itulah juga mengapa nama 'Sunrise Decoration'  kemudian muncul, yang tadinya usaha kerajinan ini bernama 'Heri Ukir'. Dari beralihnya bahan dasar, yang semula kayu menjadi spons inilah dikonotasikan seperti matahari terbit atau bangkit bertransformasi dalam kekaryaan.

Material dari spons ini cukup mudah dalam proses pengerjaan, yakni saat membuat ornamen ukiran. Alat utamanya cuma cutter. Bila barang sudah jadi dan siap dikirim ke berbagai daerah pun tak terlalu takut menjadi rusak oleh sebab benturan. Bahannya cukup elastis, selain juga ringan.




Pewarnaan juga mudah, sesuai pesanan. Segala disain juga siap ia kerjakan, dibantu oleh beberapa karyawannya. Tantangannya hanya tinggal membuat kerangka bila rancangan dalam volume besar, seperti membuat background (gebyok) manten. Ini pun sudah tersolusikan dengan konstruksi besi yang ia rancang sedemikian rupa.


Saat ini karyanya sudah mulai tersebar ke beberapa daerah di tanah air. Sedari Aceh hingga ke Nusa Tenggara Barat. Motif yang dikerjakan pun tak hanya tradisional namun juga melayani dengan ornamen-ornamen modern yang cenderung minimalis. 




"Kalau bicara omset, di masa pandemi ini ya memang mengalami penurunan drastis. Saat ini yang penting bisa bertahan, omset kotor alhamdulillah masih berkisar 20 - 30 juta per bulan," ungkapnya lirih.

Pemasarannya dapat berkembang hingga saat ini juga hasil dari kerja kerasnya membangun jejaring reseller seperti di tokopedia dan bukalapak.

"Ada orang-orang di belakang saya yang berperan sebagai pemasaran di media online. Kesuksesan ini juga berkat mereka. Semoga keadaan sekarang segera berubah normal, kembali seperti sebelumnya omset dapat berlipat 4-5 kalinya," akunya menutup obrolan dengan smart news, yang ternyata ia masih mempunyai usaha sampingan bidang transportasi bernama 'Sunrise Tour & Travel' juga.


(SiRed)




Tonton Juga



Simak juga : video berita menarik smart news
beranda

beranda


Posting Komentar

0 Komentar