Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Samiyono, Tak Gentar Panas Terik Dan Hujan Badai



KARANGMOJO, (smtourtravel.online) - 
Seorang bapak muda, ayah 2 anak bernama Samiyono (34) ini tergolong pejuang keluarga yang gigih. Pasalnya, di masa pandemi covid ini, di mana setiap pengusaha besar maupun kecil dan para pekerja lepas langsung terkena dampaknya.

Aktivitas kesehariannya sebagai pembuat tempe tradisional. Belum menggunakan mesin. Mulai dari mencuci, memasak, menghilangkan kulit ari kedelai sebagai bahan utama pembuatan tempenya masih serba manual. Segmentasi pasarnya pun membidik kalangan dari masyarakat tertentu. Hal ini terlihat dari packing yang digunakan berupa daun jati. Pun harus dikerjakan secara manual.
 

logo Smart Ads rajawali elt ads smart biz ads lestari mete

nabung coin


Butuh waktu pengerjaan yang lebih lama dan tenaga yang ekstra ketika semua proses dikerjakan secara manual. Tak ada pilihan lain. Hanya nasib beruntung yang belum memihaknya.

Beberapa bulan belakangan, tak luput ia pun turut terdampak kondisi pandemi. Maksud hati hendak bertahan, apa daya keadaan memaksanya berkata lain. Peredaran kedelai mengalami kelangkaan hingga harga melonjak tinggi. Sementara nilai jual tempe tak kuasa digenjot naik.





"Untuk sementara produksi tempenya off dulu hingga keadaan mulai normal kembali," ujarnya ketika ditanya reporter smart news.

Namun, keadaan seperti ini tak membuatnya gentar menghadapi realita kehidupan. Seorang ayah yang masih tergolong belia yang tinggal di Padukuhan Gedangan 3, RT 02/05, Kalurahan Gedangrejo Kapanewon Karangmojo ini membuktikan semangat mudanya untuk berjuang habis-habisan demi kedua anak, istri dan orang tua yang masih menjadi tanggungannya.


"Mulai sekitar 3 bulan lalu saya mulai ikut ngider dagangan roti perusahaan terkenal. Alhamdulillah, omset rata-rata sekitar 400 - 700an ribu rupiah per harinya. Cukup untuk hidup keseharian. Hanya saja kalau libur ya gak dapet apa-apa," imbuhnya.

Panas terik dan hujan tetap ia terobos demi beberapa rupiah yang sangat ia harapkan. Ngider dari kampung ke kampung seharian hingga hanya waktu yang membatasinya untuk pulang. Program pendampingan UMKM yang bernama Smart Biz pun ia ikuti, demi kemajuan dan kesejahteraan kehidupannya dan keluarga kelak di kemudian hari. Membuktikan bahwa wawasannya menerawang jauh ke depan.

"Apa yang kita kerjakan sekarang, hasilnya ya cuma habis untuk keesokan harinya. Kalau untuk masa depan ya harus punya rencana dan program lainnya yang bisa dilakukan di saat yang sama sekarang ini. Beruntung saya diajak teman masuk program pendampingan UMKM," lanjutnya menutup obrolan saat bersama reporter smart news. 




(Heru bencex)




Tonton Juga



Simak juga : video berita menarik smart news
beranda

beranda


Posting Komentar

0 Komentar