Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Pengobatan Dan Jamu Tradisional Masih Eksis Di Era Milenial



KARANGMOJO, (smtourtravel.online) -
Terutama bagi orang-orang yang pernah merasakan sakit, terlebih mereka yang pernah mondok di rumah sakit, menjalani sebuah terapi atau operasi atau mungkin bagi yang sedang menerima ujian dianugerahi suatu penyakit yang berkepanjangan maka 'kesehatan' akan dirasakan menjadi sebuah aset kehidupan yang termahal harganya. 

logo Smart Ads rajawali elt ads smart biz ads lestari mete nabung coin


Tidak semua permasalahan gangguan kesehatan, fungsi jaringan bahkan organ manusia dapat terselesaikan penanganannya secara medis. Walaupun memasuki era modern seperti sekarang, di mana ilmu pengetahuan kedokteran dilengkapi dengan kecanggihan peralatan pendukungnya berkembang dengan pesatnya. Pun tidak sedikit permasalahan biaya menjadi sebab yang klise, seseorang yang sedang menempuh pengobatan akhirnya memutuskan mencari jalan alternatif selain medis.

Sementara tidak jarang juga dijumpai, mereka yang sedang berikhtiar mengupayakan kesembuhan menempuh jalan yang irasional. Mencari orang 'pintar' atau jalan pintas lainnya.





Teknik pengobatan dan jamu tradisional dapat hadir sebagai sebuah jawaban alternatif dari kerumitan persoalan kesehatan tersebut. Pada zaman sebelum ilmu medis dan kedokteran berkembang seperti sekarang, metode dan obat tradisional inilah yang menjadi induknya. Cara-cara ini di belahan dunia manapun telah berkembang di lingkungan kerajaan-kerajaan sebagai tata cara ketabiban dalam mengatasi semua masalah penyakit. Hingga di era kekinian, pengobatan dan jamu tradisional justru semakin eksis memantapkan kebermanfaatannya sebagai solusi alternatif selain medis dengan ragam obat herbalnya, berdasarkan pengalaman empiris turun temurun dari ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Jenis herbal dan kadar dosisnya untuk menerapi seseorang pun semakin jitu.




Agung Tiar Sugiharto (39) yang akrab dipanggil Agung, berdomisili di Ngipak 01/01 Ngipak, Kapanewon Karangmojo adalah salah seorang pelaku ketabiban sekaligus terapis yang memiliki cukup pengetahuan tentang dunia herbal. Karir ketabibannya dimulai semenjak umur 10 tahun (kelas IV SD).


"Saya mulai belajar tentang ketabiban sejak kecil terbawa dengan profesinya simbah putri menjadi dukun bayi, dulu sangat jarang ada bidan. Dan simbah juga sangat sering dimintai bantuan orang dari keluhan penyakit apapun," jelasnya.

Keterangan ini dikuatkan pula oleh kakak kandungnya. Zaman Agung kecil, simbah mereka memperdalam ilmu pengobatan dengan belajar ketabiban. Di dalam keilmuan itu didasari dengan penguatan spiritual juga.

"Waktu itu seluruh murid yang belajar ilmu pengobatan diminta berkumpul oleh sang guru yang bertempat di Cirebon Jawa Barat. Ketika padusan, saat itulah turun pulung (nur) yang akan mendampingi murid-murid terpilih. Tak disangka, Agung yang masih berumur 10 tahun dan hanya menemani simbah disuruh ikut padusan dan akhirnya terpilih menjadi salah satu orang penerima pulung tersebut," ungkap Ackbar, kakak kandung Agung. 




Semenjak itu, karir ketabiban Agung kecil dimulai. Atas dampingan eyang 'Kuwu', setiap orang yang datang berobat, selain didoakan secara syariat juga diberikan ramuan-ramuan herbal yang dapat berasal dari daun-daunan, buah-buahan, akar-akaran atau bagian tumbuhan lainnya, berapa takarannya, bagaiman cara mengolah dan seberapa dosis yang harus diminum setiap harinya.

"Saya aja yang lebih tua tidak tahu apa aja yang disebut Agung. Daun ini akar itu saya tidak tahu yang dimaksud. Kok dia bisa ngomong dan kasih tahu ciri-cirinya dan di mana carinya ke orang yang berobat," imbuh Ackbar.

Kini karir Agung telah terupgrade semakin profesional. Ia juga telah menambahkan keilmuan lainnya dengan mempelajari sistem urat syaraf dalam bidang akupresur dan refleksi, bekam serta wawasan secara umum ilmu medis sebagai seorang terapis berlisensi.

Pengobatan tradisionalnya pun sudah modern dalam bentuk pil-pil herbal menggunakan suatu produk perusahaan tertentu berijin resmi BPOM skala nasional yang dianggapnya cocok dengan dasar keilmuan herbal yang ia punya. Namun bagi pasien yang walaupun harga produk-produk herbal tersebut tergolong murah tapi tak terbeli, ia tetap dengan ikhlas akan membantu pasien kurang mampu mengarahkan untuk membuat ramuan sendiri hingga penyakitnya betul-betul sembuh tuntas. Baginya yang paling utama adalah beribadah membantu orang lain dengan mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Masalah rejeki sudah diatur Allah SWT.




Ketika ditanya penyakit apa saja yang berhasil ia sembuhkan, ia mencegah untuk dipamerkan karena itu akan menimbulkan riya'. Ia hanya sebagai lantaran sedangkan sang penyembuh adalah ALLAH SWT. Namun intinya hampir semua keluhan penyakit hingga yang kronis insya Allah dapat ia bantu, kecuali yang gawat darurat harus dilarikan ke rumah sakit.

Ia pun bersedia menanggapi konsultasi gratis bagi siapa pun dengan cara memberikan komentar di halaman ini (bawah) agar dapat menjadi pengetahuan bagi pembaca lainnya juga. Ia akan membalas tiap komen satu per satu. Dan bagi yang memerlukan penanganan intensif dan pribadi dapat melalui WhatsApp di wa.me/6287771414099. Semoga berkah.


(Heru Bencex)




Tonton Juga


beranda


Posting Komentar

0 Komentar