Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Paguyuban Seni Thek-thek Ngesti Laras Padukuhan Dedel Masih Eksis Hingga Kini



SEMANU, (smtourtravel.online) -
31 Desember 2020, Padukuhan Dedel RT 02, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, mengadakan pertunjukan gejog lesung, thoklik serta beberapa kesenian lain. Pertunjukan ini digelar guna menyambut datangnya tahun baru 2021. Masyarakat Kalurahan Dedel RT 02 membentuk paguyuban seni ini dengan nama Thek-thek Ngesti Laras. 

logo Smart Ads rajawali elt ads smart biz ads lestari mete

nabung coin


Apa sih Gejog Lesung? Gejog berarti memukul (menumbuk) dan Lesung adalah sebuah kayu besar yang dibuat lubangan memanjang di bagian tengahnya dan lubangan kecil di bagian pinggirannya, di sisi kanan dan kiri. Dahulu lesung digunakan untuk menumbuk padi hasil panen untuk memisahkan kulit padi. 

Namun seiring berkembangnya zaman, kegiatan tersebut sekarang jarang dijumpai. Fungsi alat tersebut sudah tergantikan mesin-mesin penggilingan padi. Kini lesung-lesung peninggalan leluhur ini banyak dijadikan hiasan rumah dan sebagian dipergunakan untuk alat musik gejog lesung oleh para seniman musik. Bahkan gejog lesung ini sering dilombakan oleh kalangan masyarakat Gunungkidul. 





Selain gejog lesung, paguyuban Thek-thek Ngesti Laras juga mengembangkan kesenian thoklik. Alat yang digunakan dalam kesenian thoklik ini adalah kentongan dan ada beberapa alat musik pendukungnya seperti kendang. Cara memainkannya sendiri dengan cara dipukul mengikuti irama nada lagunya.

Kentongan yang dipakai dalam kesenian thoklik ini terbuat dari bambu. Biasanya bagian pangkal bambu yang memiliki kualitas bagus untuk dibuat kentongan thoklik. Sedangkan bambu yang dipakai umumnya adalah bambu petung. 



Thek-thek Ngesti Laras adalah salah satu peserta perlombaan gejog lesung dan thoklik di Gunungkidul, dan pernah mendapatkan juara harapan pertama. Hingga kini Thek-thek Ngesti Laras terus melatih kemampuannya untuk tampil di perlombaan-perlombaan selanjutnya. Mereka berlatih di gardu sambil melakukan ronda malam,  mengisi dengan kegiatan berlatih gejog lesung dan toklik.

Dapat dilihat dari usaha mereka berlatih keras untuk mendapatkan gelar juara pertama, adalah sebuah motivasi untuk lebih semangat lagi dalam berupaya sekaligus nguri-uri budaya Jawa. Tak salah karena kita harus belajar dari sejarah sebelum sejarah terulang kembali dan mengajarkannya kepada kita. 






(GalineAS)




Tonton Juga




Simak juga : video berita menarik smart news
beranda

beranda


Posting Komentar

0 Komentar