Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Menengok Kembali Kehidupan Nike Ardila, Sang Legenda Musik Indonesia



(smtourtravel.online) - Industri musik di Indonesia berkembang dengan pesat dan setiap periode selalu menghadirkan ciri khasnya sendiri-sendiri. Memasuki periode 80-90an, anak-anak muda di Indonesia mulai gandrung dengan fenomena musik rock dan pop. Salah satu tokoh besar musik pop-rock Indonesia yang berhasil menorehkan namanya dalam sejarah musik adalah Nike Ardila.  

logo Smart Ads rajawali elt ads smart biz ads lestari mete

nabung coin


Nike Ardila yang bernama asli Raden Rara Nike Ratna Dila adalah perempuan kelahiran Bandung 27 Desember 1975 dari pasangan R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat. Bakat menyanyi Nike sudah terlihat ketika ia berumur 5 tahun dan lebih diasah lagi ketika dirinya masuk ke dalam HAPMI (Himpunan Artis dan Musisi Indonesia), ketika berumur 8 tahun. Bakat menyanyi Nike ternyata didukung penuh oleh keluarganya. Hal itu dibuktikan dengan didatangkannya guru vokal agar kualitas menyanyi Nike lebih terasah. 

Karir musik Nike ardila mulai terlihat ketika ia mengikuti lomba dan festival menyanyi di Karang Setra Bandung. Di tempat tersebut ia berkenalan dengan Denny Sabri yang sedang menjadi juri dalam acara tersebut. Perkenalan itu membuat Nike Ratna Dila memiliki sebuah nama panggung yaitu Nike Astrina. Semenjak hari tersebut, karir Nike semakin melejit.  





Pada tahun 1987, Nike yang tergabung dalam grup Denis Angel melakukan tour yang menandakan dirinya sudah mulai menjadi penyanyi profesional. Dalam perkembangannya, Nike bertemu dengan Deddy Dores yang nantinya akan menjadi produsernya. Setahun setelah pertemuan Nike dengan Deddy Dores di Karawang pada tahun 1988, membuat nama panggung Nike berubah menjadi Nike Ardila. Di produseri oleh Deddy Dores nama Nike Ardila kian melambung. 

Sukses dengan single yang berjudul "seberkas sinar", tidak membuat Nike dan Deddy berpuas diri. Melalui single seberkas sinar inilah, Nike mampu untuk membawa pulang piagam penghargaan dalam acara musik multi platinum. Pada Desember 1989, Nike merilis sebuah album yang berjudul "Bintang Kehidupan" dan beberapa lagu yang berjudul "Cukup sampai di sini dan rona-rona biru". 
 


Album dan lagu-lagu tersebut sukses terjual 2.000.000 copy kaset. Melalui kesuksesannya ini, Nike diganjar penghargaan BASF Award untuk album Bintang Kehidupan. Album bintang kehidupan juga mendapatkan penghargaan Asian Song Festival di Shanghai Tiongkok pada tahun 1991. Lagu ini yang membuat Nike dikenal oleh masyarakat luas. Di tahun yang sama, Nike mengeluarkan album ketiganya yang berjudul "Nyalakan Api".

Tidak berhenti di situ, pada tahun 1992 Nike merilis album baru yang berjudul "Matahariku". Melalui albumnya yang berjudul "Biarlah Aku Mengalah" yang dikerjakan pada tahun 1993, membuat Nike berhasil mendapatkan penghargaan BASF Award yang kedua kalinya. Di tahun 1994, ia merilis album lagi berjudul "Biarkan Cintamu Berlalu" yang pengerjaannya berada di dua negara, yaitu Indonesia dan Malaysia.

Kesuksesan Nike dalam industri musik ternyata berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan. Dikutip dari laman Tirto.id dalam sebuah artikel yang berjudul "Curhatan Nike Ardila di Balik Makna Lirik Lagu Bintang Kehidupan", legenda musik itu menceritakan perasaanya kepada keluarganya. Alan Yudi selaku kakak dari Nike mengutarakan bahwa Nike pernah mengeluh sangat capek dengan rutinitasnya sebagai seorang artis. Bahkan, Nike sempat mengutarakan keinginannya untuk pensiun sebagai seorang artis kepada keluarganya. 

Pada 19 Maret 1995, sang legenda musik Indonesia tersebut mengalami kecelakaan. Mobil yang sedang ia kendarai menabrak sebuah beton di Jalan R.E Martadinata, Bandung. Bahkan setelah kematiannya, Nike masih mendapatkan beberapa penghargaan atas prestasinya dalam bidang musik. Maestro musik itu sekarang sudah meninggalkan kita, namun karya-karyanya akan selalu abadi dalam ingatan kita. 
 


(Bimasatria)




Tonton Juga



Simak juga : video berita menarik smart news
beranda

beranda


Posting Komentar

0 Komentar