Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Wisata Alam Klayar Ternyata Punya Potensi Unggulan, Ditemukan Peninggalan Era Pra Sejarah Hingga Hindu-Budha



NGLIPAR, (smtourtravel.online) - 
1 November 2020. Ketika kita berkunjung ke lokasi wisata alam Klayar, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar Gunungkidul, di salah satu tepian sungainya akan kita temui gundukan batu yang oleh masyarakat setempat diyakini mulanya merupakan sebuah candi era Hindu-Budha.

Materi bebatuan yang disinyalir candi ini ditemukan warga di aliran sungai Klayar kemudian dikumpulkan untuk dapat diteliti lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.

Menurut cerita turun temurun, bekas candi ini merupakan bagian dari petilasan eyang Wonopuro yang merupakan putra dari penguasa kerajaan Bathok Bolu yang situsnya ditemukan di daerah Kalasan Sleman. Beliau melakukan ritual mengejar kesempurnaan hidup hingga mokswa di Klayar ini.

Tempat ini selanjutnya juga dipergunakan untuk laku religi oleh tiga demang yang hingga meninggalnya turut dimakamkan di lokasi ini. Ketiga demang tersebut bernama Abu Khasan yang berasal dari Cirebon, Rekso Menggolo dari Ponorogo dan Ronoyudo dari daerah Bantul.




Hingga kini masyarakat di sekitar lokasi ditemukannya material candi ini masih melestarikan budaya nyadran. Adat tradisi ritual ini sudah berjalan turun temurun kurang lebih selama 250 tahun. Nyadran adalah sebuah upacara ritual peninggalan Hindu-Budha yang berasimilasi dengan budaya Islam. Inti upacara ini merupakan sebuah ekspresi religi dalam menjaga hubungan antara manusia dengan sesama, para leluhurnya, alam dan Penguasa Jagad Raya.


Hal mengejutkan lainnya adalah ketika warga mulai menemukan material-material yang diperkirakan peninggalan pra sejarah di hutan kayu putih daerah Klayar ini. Benda-benda yang ditemukan berupa lingga, yoni, menhir, manik-manik serta fosil-fosil tulang. Hal ini menguatkan kebenarannya karena di wilayah yang bersebelahan, di Padukuhan Sokoliman, Kalurahan Ngawis telah terkelola sebuah situs pra sejarah oleh Dinas Kebudayaan Gunungkidul. Beberapa lingga yoni dimanfaatkan warga untuk mendekorasi sebuah spot area bersantai.

Masyarakat sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah untuk bisa lebih mengkondisikan area wisata ini agar lokasi ini dapat lebih digantungkan warga dalam mendapatkan penghasilan. Terlebih dalam hal pengelolaan dan pelestarian benda-benda peninggalan leluhur tersebut.




(Red)



Tonton Juga


beranda


Posting Komentar

0 Komentar