Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Ukiran Batu Paras Ngeposari, Gunungkidul Go Internasional



NGEPOSARI, (smtourtravel.online) -
Ukiran batu paras karya dari Abdul Rahman yang akrab dipanggil Ndoman kini mulai merambah pasar Internasional. Beberapa kali ia menerima permintaan ukiran batu dari luar negeri salah satunya dari Negara Jerman. Selain dari luar negeri pesanan dari dalam negeri pun tidak pernah berhenti seperti dari Bali, Palembang, Cirebon dan lain-lain.

"Pasarannya ya seperti Palembang, Cirebon. Pasaran paling jauh kemarin di Jerman, kirim lampion sejumlah 120 unit ukuran 20x20x130," jawab Ndoman ketika diwawancarai oleh tim reporter smtourtravel pada hari Senin (30/11/2020).
 



Jenis ukirannya beragam mulai dari patung, lampion, batu paras dinding, kaligrafi dan lain-lain. Harga dan waktu penggarapan tiap ukiran berbeda-beda tergantung dari tingkat kerumitan, jenis ukiran dan ukurannya. Biasanya Ndoman membuat ukiran sesuai dengan pesanan dari konsumen. 

Bahan dasar yang dipakai adalah batu alam yang berasal dari Pacarejo, Gatak Gari dan Semin. Batu alam Jogja ini memang memiliki kualitas yang baik sehingga banyak digunakan. Daerah Bali sendiri banyak menggunakan batu paras Jogja sebagai bahan dasar ukiran Bali.  



Ndoman membuka usaha ukir batu paras pada tahun 2016 di Ngeposari, Semanu, Gunungkidul. Kemudian di tahun 2017 mulai banyak peminatnya setelah dilakukan promosi melalui web. Namun ia mulai mengeluti dunia ukir batu sudah sejak 2004 bekerja jadi karyawan. 
Setelah berjalannya waktu pesanan semakin banyak hingga saat ini ia memiliki karyawan yang membantunya. Dari usaha tersebut  Ndoman mampu mengantongi 8 juta hingga 10 juta setiap bulannya. 

"Omsetnya ya 8 juta hingga 10 juta. Ya amannya 5 juta lebih lah," tutur Ndoman.
 


(Sitkom)




Tonton Juga


beranda


Posting Komentar

0 Komentar