Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

PENYAKIT DARAH TINGGI : THE SILENT KILLER



(smtourtravel.online) - Apakah Anda penderita darah tinggi atau yang biasa disebut dengan hipertensi? Jika iya, maka Anda adalah salah satu dari banyak penderita hipertensi di Indonesia. Hipertensi masih menjadi masalah di Indonesia dikarenakan meningkatnya jumlah penderita, masih banyaknya penderita yang belum mendapat pengobatan maupun yang telah mendapat pengobatan namun target tekanan darahnya belum tercapai. Banyak pula, pasien hipertensi dengan penyakit penyerta atau komplikasi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas.

Seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan darah sistoliknya > 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastoliknya > 90 mmHg pada pengukuran di klinik atau fasilitas layanan kesehatan. Namun, konfirmasi diagnosis hipertensi tak dapat hanya mengandalkan satu kali pemeriksaan, perlu pengukuran berulang untuk mengkonfirmasi peningkatan tekanan darah persisten pada pasien. 

Kenapa disebut silent killer? Karena penyakit ini sering terjadi tanpa keluhan, namun ketika komplikasi muncul bisa saja tiba- tiba merenggut nyawa penderita.


Pasien dengan hipertensi dapat tanpa gejala sampai dengan bergejala. Gejala yang dapat muncul misalnya sakit atau nyeri kepala, gelisah, jantung berdebar-debar, pusing, leher kaku/cengeng, penglihatan kabur, mudah lelah atau rasa sakit di dada.

Faktor yang meningkatkan seseorang menderita hipertensi dibagi menjadi 2 yakni faktor yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi misalnya umur (semakin tua, semakin besar resiko terkena hipertensi), jenis kelamin (pasien hipertensi laki-laki lebih banyak daripada wanita), riwayat hipertensi dan penyakit kardiovaskular dalam keluarga. Sedangkan faktor yang dapat dimodifikasi atau dirubah adalah obesitas atau kegemukan, konsumsi garam berlebihan, konsumsi alkohol berlebih, konsumsi lemak berlebih, aktifitas fisik yang kurang, kebiasaan merokok, penyakit gula atau diabetes, penyakit dislipidemia maupun riwayat psikososial atau stress.  


Penyakit ini pun dapat menyebabkan komplikasi ke banyak organ tubuh yang lain. Komplikasi yang dapat muncul misalnya, retinopati (kerusakan retina mata), gangguan fungsi ginjal, stroke, penyakit jantung, penyakit pembuluh darah tepi maupun penyakit saraf. Seperti halnya penyakit tidak menular (PTM) yang lain, penyakit ini dapat kita cegah dengan pola hidup sehat.

Pola hidup sehat dapat mencegah ataupun memperlambat mulainya hipertensi serta mengurangi resiko komplikasinya. Pola hidup sehat yang dapat kita lakukan adalah dengan pembatas garam dan alkohol, peningkatan konsumsi sayur dan buah, penurunan berat badan dan menjaga berat badan ideal, aktifitas fisik yang teratur, berhenti merokok serta menghindari stress berlebihan.  


(KQ)




Tonton Juga


beranda


Posting Komentar

0 Komentar