Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Bisnis Perlengkapan Masa Depan : Tak Kenal Mati



WONOSARI, (smtourtravel.online) -
Sebuah ungkapan paradoks yang mengkiaskan bahwa sebuah bisnis yang menyediakan perlengkapan masa depan alias sarana keperluan orang meninggal itu tak kenal mati. Memang benar, setiap yang hidup pasti mati dan setiap orang yang mati memerlukan uba rampe untuk memulasara jenazahnya, minimal kain kafan. Itu berarti, bisnisnya tak kenal mati.

logo Smart Ads camp ads rajawali elt ads smart biz nabung coin


Berikut salah satu gambaran bisnis di bidang ini. Berawal dari sebuah peristiwa yang sebetulnya biasa saja, ketika putra sulung Endang (pemilik usaha peti) sewaktu perjalanan sesampai di Warungboto Jogja hendak menuju ke Magelang di tahun 1995, mengalami mabuk kendaraan dan menunjuk-nunjuk ke pajangan beberapa peti mati di seberang jalan. Hanya dari hal inilah, Endang kemudian terinspirasi merintis usaha sebagai penyedia keperluan untuk merawat jenazah orang yang meninggal.

"Dulu ketika awal merintis ya hanya dari mengumpulkan papan untuk membuat peti. Dari satu menjadi dua, dari dua menjadi empat dan terus berkembang. Jarang sekali orang mempersiapkan diri untuk keperluannya sendiri jika suatu saat meninggal maka saya berniat yang membantu menyiapkannya," sahut Endang ketika ditanya reporter Smart News.





Banyak orang awam beranggapan miring terhadap para penjual peti mati dan batu nisan. Seolah-olah mereka seperti berharap banyak orang meninggal agar dagangannya laris. Sama sekali mereka tidak mengetahui niat baik di balik apa yang mereka jual.

Seperti apa yang sudah diungkapkan Endang tadi. Sangat jarang sekali orang mempersiapkan diri dengan apa yang menjadi kebutuhannya ketika ia meninggal dunia. Pun tak setiap pedagang mau berjualan perlengkapan pulasara jenazah. Mereka tak mau rumah atau tokonya penuh dengan peti jenazah dan batu nisan, sudah seperti kuburan penampakannya.





Para pedagang ini, tanpa mereka berharap dan berdoa pun, setiap orang pasti akan mengalami meninggal dunia. Dan dagangan mereka pasti laku karena kompetitornya tidak banyak. Justru seperti di toko 'Endang Peti' ini, bagi warga yang terkena musibah kematian dan mereka betul-betul tidak mampu akan diberikan secara gratis apa yang menjadi keperluan daruratnya. Hal ini membuktikan sungguh jauh dari prasangka miring orang awam kebanyakan.

Toko Endang Peti hingga kini semenjak usaha ini dirintis, telah berkembang menjadi 3 toko di Wonosari. Yang pertama di Jl. KH Agus Salim no. 51 (Kepek Kranon), yang kedua di timur pasar pring selatan jalan dan yang terakhir di jalan Baron, Karangrejek. Tak hanya menyediakan peti jenazah namun juga aneka batu nisan keramik, marmer, payung, kain kafan dan semua keperluan pulasara komplit. Berapa omset per bulannya, rasanya tabu bila dibicarakan tapi bisa ditanya langsung ke pemiliknya. Yang jelas kelebihan dari sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup dapat untuk turut bersedekah semampunya.




(Heru Bencex)




Tonton Juga


beranda


Posting Komentar

0 Komentar