Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Bento Pengrajin Milenial Manfaatkan Limbah Kayu Jadi Aksesoris Bernilai Tinggi



NGLIPAR, (smtourtravel.online) -
Tren memakai aksesoris kini tidak hanya dilakukan perempuan tapi laki-laki pun mulai berminat menggunakannya agar terlihat lebih menarik.  Aksesoris seperti gelang, kalung, tasbih, pipa rokok dan lainnya mungkin sering kali kita temui di toko-toko, swalayan ataupun pasar.
 
Peluang ini menjadi hal yang menarik bagi Bento untuk menjadi pengrajin aksesoris. Usaha aksesoris ini terletak di Nglipar, Gunungkidul. Bento memproduksi aksesoris dengan cukup unik dan berbeda, yaitu dengan bahan limbah kayu yang sudah tidak terpakai. Meskipun limbah, kualitasnya pun tak kalah dengan aksesoris yang ada di pasaran.
 




Kayu yang dipakai sebagai bahan dasarnya adalah jenis kayu-kayu tua seperti kayu liwung macan, wulandaru, nagasari dan lainnya. Biasanya Bento mendapatkan kayu dari tetangga atau beli di toko online. Kemudian limbah kayu tersebut ia proses menjadi aksesoris yang bermacam-macam jenis.

Dalam satu hari Bento mampu membuat gelang sebanyak 10 buah, tasbih 3 buah, dan pipa rokok sebanyak 50 buah. Untuk masing-masing aksesoris memiliki harga yang berbeda-beda tergantung dari jenis kayu dan ukuran aksesorisnya. Gelang dibandrol mulai dari harga 30.000 hingga 75.000, tasbih seharga 150.000 dan pipa rokok seharga 30.000. Harga ini dibandrolkan untuk aksesoris yang dijual eceran namun jika grosir harganya akan lebih murah lagi.  


Nggak sabar pengen punya? Mau buru-buru pesan? Pemasarannya sendiri dilakukan secara offline maupun online. Tersedia di toko-toko, pasar Beringharjo dan Malioboro. Namun jika mau datang langsung ke tempat produksi juga dilayani. Secara online bisa melalui FB Bang Bento dan IG @christantopuji.

Pemesanan aksesoris ini biasanya lebih ramai di bulan Desember hingga Januari. Dari usaha aksesoris yang memanfaatkan limbah kayu ini omsetnya pun cukup besar. Bento mampu mengantongi 3.000.000 hingga 3.500.000 rupiah dalam sebulan. Dengan memanfaatkan limbah pun ternyata mampu menyulap menjadi barang bernilai tinggi. Bukankah peluang yang sangat menarik? 
 

(Sitkom)




Tonton Juga


beranda


Posting Komentar

0 Komentar