Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

WASPADA PENYAKIT DEMAM BERDARAH SAAT MUSIM PENGHUJAN

Ilustrasi

(smtourtravel.online) - 
Saat ini, Indonesia sudah memasuki musim penghujan, tepatnya peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Insiden penyakit demam berdarah di berbagai daerah juga semakin meningkat. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan perantara vektor nyamuk betina Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Terdapat 4 serotipe virus dengue yakni DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Penyakit ini masih menjadi salah satu permasalahan Kesehatan masyarakat di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat ada 754 kasus meninggal akibat DBD sepanjang tahun 2013.
Sanitasi lingkungan yang kurang baik menjadi faktor utama yang meningkatkan resiko terjadinya demam berdarah pada seseorang. Permasalahan tersebut misalnya timbunan sampah, timbunan barang bekas, genangan air yang biasa ditemui di sekitar tempat tinggal pasien. Barang-barang inilah yang kemudian akan menjadi sarang bagi bertelurnya nyamuk Aedes. Selain itu adanya penderita demam berdarah dengue (DBD) di sekitar juga dapat menyebabkan penularan penyakit ini. 


Ruam dengue. Sumber: United States Military dari Wikimedia


Ketika seseorang menderita penyakit ini gejala yang biasa muncul adalah demam. Demam dirasakan muncul mendadak, tinggi dan terus menerus selama 2-7 hari. Nyeri kepala, nyeri otot, nyeri sendi dan nyeri di belakang mata juga biasanya menyertai keluhan pasien. Pada kasus tertentu dapat mengalami manifestasi perdarahan misalnya berupa bintik bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah, BAB berdarah atau muntah darah. Keluhan lain bisa juga berupa mual, muntah, nyeri perut, nyeri menelan, batuk, ataupun pilek. Pada kondisi berat yakni pada kondisi syok pasien dapat mengalami penurunan kesadaran, lemah ataupun gelisah.
Pada tahap awal, hasil pemeriksaan laboratorium akan terjadi penurunan jumlah trombosit <150.000, penurunan jumlah leukosit <5000, peningkatan nilai hematokrit sebanyak 5-10%. Apabila penyakit tidak segera ditangani dengan baik, penyakit akan terus berlanjut, nilai trombosit akan semakin turun <100.000 dan hematokrit akan naik sebanyak >20%. Kondisi ini juga dapat disertai dengan gejala perdarahan spontan, kegagalan sirkulasi darah atau bahkan sampai kondisi syok. Kondisi syok ini apabila tidak diterapi dengan adekuat, dapat berujung pada kematian.


Kemudian apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah ini? Yang pertama adalah dengan kegiatan 3M : menguras, mengubur dan menutup setiap barang-barang bekas atau tampungan air yang bisa menjadi tempat tumbuh kembang jentik nyamuk. Selain dari faktor luar, kita harus memperhatikan faktor dari dalam tubuh yakni imunitas. Kita harus meningkatkan daya tahan tubuh kita dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan berolahraga secara teratur.


Ilustrasi


(KQ)




Tonton Juga


beranda


Posting Komentar

0 Komentar