Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Tak Disangka Ada Harta Karun Di Goa Sengok



PLAYEN, (smtourtravel.online) - Pada tanggal 
23 November 2020, kembali tim reportase smtourtravel melakukan penelusuran ke sebuah lokasi di Kalurahan Getas Kapanewon Playen. Di sebuah dataran tinggi perbatasan antara Gunungkidul dengan Bantul, terdapat goa yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Goa ini dinamakan Goa Sengok. Asal muasal nama Sengok ini konon diceritakan bahwa pada waktu Eyang Potrojoyo hendak bersemedi di dalam goa ini, melihat sepasang lelaki dan perempuan yang sedang bercumbu kasih di dalamnya.

Eyang Potrojoyo merasa marah karena goa yang dianggapnya suci, dipergunakan untuk berzina. Akhirnya Eyang Potrojoyo mengejar lelaki yang lari masuk ke dalam goa, namun sesampai di penghujung goa, di lorong kecil (yang kemudian disebut goa Lanang) tidak didapati sosok lelaki tersebut, kemudian beliau pergi ke mulut goa (yang kemudian disebut Goa Wedok) hendak mengejar wanita yang lari keluar namun juga tidak ditemukan. 

Akhirnya Eyang Potrojoyopun memilih kembali bersemedi di Goa Lanang. Sampai saat ini goa itu pun masih dikramatkan. Hingga ada stalagtit yang berbentuk taring besar pun menjadi mitos, terbukti dengan beberapa orang anggota tim Smart News tidak berhasil mengambil gambarnya. Selain Goa Sengok ini terkenal kramat, goa ini ternyata menyimpan harta karun terpendam yang mungkin belum disadari oleh masyarakat sekitar.




Harta Karun ini adalah 'Fosfat Guano', perwujudan dari gundukan kotoran kelelawar yang sudah lama tinggal di dalam goa ini. Bila dilihat dari luas Goa Sengok diperkirakan nilai jual dari total fosfat guano ini mencapai ratusan juta rupiah.

Fosfat Guano adalah gundukan tanah yang bercampur kotoran kelelawar hingga memunculkan kandungan fosfor yang tinggi hingga kandungan itu pun sanggup menembus bebatuan dibawahnya.

Fosfat guano merupakan bahan yang efektif sebagai pupuk untuk penyubur tanah maupun mesiu karena kandungan fosfor dan nitrogennya tinggi. Superfosfat yang terbuat dari guano digunakan untuk topdressing. Tanah yang kekurangan zat organik dapat dibuat lebih produktif dengan tambahan pupuk ini.

Bandung, juru kunci goa Sengok mengaku tidak tahu menahu perihal fosfat ini.

"Dulu pernah sekali diambil sampai beberapa karung oleh orang lain, tapi saya tidak paham kalau tanah itu punya nilai jual," ucapnya.

Dengan kondisi fosfat guano yang banyak, menimbulkan banyak hewan-hewan yang menghuninya pun tumbuh pesat dan liar, seperti cacing tanah pembantu kesuburan tanah.


"Tempat ini dulu pernah dikerjabaktikan warga Getas untuk menata ruangan goa agar terlihat rapi dan bisa menjadi destinasi wisata," jelas Bandung sembari gemetaran.

Bandung yang sedang diwawancarai terlihat pucat, ia seperti mendengar bisikan bahwa Eyang Potrojoyo melarangnya untuk bicara lebih dalam perihal Goa Sengok. Maka tim pun segera mengakhiri perbincangan tersebut sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.




(GalineAs )




Tonton Juga


beranda


Posting Komentar

0 Komentar