Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Pertapaan Ki Kebo Kanigoro Sakral Penuh Misteri

Pangkal pohon Jati yang tumbang


SEMIN, (smtourtravel.online) - Pada hari 
Senin, 23 November 2020 kembali tim smtourtravel melanjutkan pencarian lokasi wisata, kali ini tentang wisata religi dengan menelisik pertapaan (tempat bertafakur) Ki Ageng Sidiq Iman Purwoto Sari atau lebih dikenal dengan Ki Kebo Kanigoro di Padukuhan Kali Gayam, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin.

Konon tempat ini menjadi pertapaan yang angker. Pasalnya, pada saat Ki Kebo Kanigoro bertapa dalam posisi berdiri (jumeneng - bhs Jawa) dengan bersandar di pohon jati yang besar, pohon ini roboh karena pengaruh energi yang keluar dari Tubuh Ki Kebo Kanigoro.

Setelah badar (selesai) dari bertapa, Ki Kebo Kanigoro pergi ke beberapa tempat guna menghindari perburuan dari Kerajaan Demak. Pada waktu itu memang banyak terjadi intrik politik peralihan kerajaan Majapahit, Demak dan awal mula munculnya Mataram Islam. Ki Kebo Kanigoro adalah anak dari Ki Ageng Pengging Sepuh alias cucu dari Syaikh Jumadil Kubro yang berarti masih bernasab hingga Kanjeng Nabi Muhammad SAW melalui cucu beliau Sayyid Husein.




Beliau memiliki dua saudara lainnya, yaitu Ki Kebo Kenongo yang berputra Jaka Tingkir (Mas Karebet/Sultan Hadiwijaya) dan Ki Kebo Amiluhur. Beliau juga keturunan Prabu Brawijaya V (Raja teakhir Majapahit) dari perkawinan orang tuanya Pangeran Handayaningrat/ Ki Ageng Pengging Sepuh dengan putri Brawijaya V yang bernama Raden Ayu Retno Pembayun.

Tempat ini selain sebagai pertapaan Ki Kebo Kanigoro, juga untuk beberapa waktu menjadi lokasi menggembleng muridnya yang sekaligus keponakannya, Jaka Tingkir. Dikarenakan tempat ini memiliki nilai historis yang kuat dengan aura mistis yang luar biasa maka lokasi ini kemudian disakralkan oleh masyarakat setempat. Setiap menjelang 1 Suro, pertapaan ini dikunjungi banyak orang yang ingin ikut dalam acara syukuran dalam bentuk upacara adat Nyadran, untuk mengenang sosok Ki Kebo Kanigoro, mengambil hikmah dan menapak tilas kehidupannya yang selalu bermujahadah kepada Allah SWT.

Parno juru kunci pertapaan ini menjelaskan bahwa tidak hanya 1 Suro namun banyak orang yang datang pada tiap malam Jumat dan hari-hari sakral lainnya, yang bertujuan ngalab berkah Ki Kebo Kanigoro.


"Malam Selasa Kliwon dan Jum'at Kliwon dan hari-hari sakral lainnya banyak sekali pengunjung yang datang dari berbagai daerah," ucapnya.

Selain sebagai tempat yang sakral, petilasan ini juga kabarnya akan dibangun tempat wisata di sekitarannya.

"Ada beberapa orang yang sudah datang mengukur area di sekitar pertapaan ini yang katanya akan dibuatkan wahana untuk menunjang wisata religi," jelas Parno.

Dari kisah di atas dapat disimpulkan bahwa Ki Kebo Kanigoro yang masih seorang Habib pun masih melakukan perjalanan spiritual bertafakur dan bermujahadah agar bisa wening dalam bertawakal kepada Allah SWT. Patut dijadikan referensi dalam beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sudah seyogyanya pula bila tempat-tempat bersejarah, baik petilasan ataupun makam untuk dilestarikan agar kita bisa selalu mengenang para sosok besar pelaku sejarah di Indonesia.




(GalineAs )




Tonton Juga


beranda


Posting Komentar

0 Komentar