Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Kesenian Tayub Nglanggeran Memeriahkan Gelar Potensi Budaya Rintisan Kalurahan Budaya



PATUK, (smtourtravel.online) - 
Kemarin, 18 November 2020, Kundha Kabudayan Kabupaten Gunungkidul kembali mengadakan Gelar Potensi Budaya Kalurahan-Kalurahan Rintisan Kalurahan Budaya se-Gunungkidul di Pawon Purba Nglanggeran, Kapanewon Patuk Gunungkidul.

Guna melestarikan budaya dan mengukuhkan akar keistimewaan Yogyakarta maka Kundha Kabudayan, baik Provinsi maupun Kabupaten, khususnya Gunungkidul, tanpa kenal lelah terus mengupayakan tiap Kalurahan di seluruh Gunungkidul aktif dalam menggali potensi kearifan lokal.

Kalurahan sebagai unsur pemerintahan terbawah harus merepresentasikan gelar Istimewa yang disandang Provinsi DIY. Klasifikasi status sebuah Kalurahan Budaya diantaranya adalah Kantong Kalurahan Budaya, Rintisan Kalurahan Budaya, Kalurahan Budaya, Kalurahan Budaya Maju dan Kalurahan Budaya mandiri. 




Salah satu peserta gelar potensi Rintisan Kalurahan Budaya diikuti oleh Kalurahan Nglanggeran Kapanewon Patuk. Rintisan Kalurahan Budaya Nglanggeran ini menampilkan kesenian tari Tayub atau lazim disebut Tayuban. Sebenarnya jenis kesenian ini sangat familiar di lingkup Jawa Tengah dan DIY dengan kata lain, hampir di setiap daerah memiliki. Namun ada sedikit keunikan yang membedakan Tayuban di Nglanggeran ini.

"Sangat bagus, demi untuk memperlihatkan budaya yang ada di Kalurahan Nglanggeran. Jadi bisa tahu, seberapa besar kekuatan budaya yang ada di Kalurahan ini dan mengajak generasi muda untuk mencintai serta melestarikan budaya yang ada dan turun temurun dari para leluhur," tanggapan anggota Pokdarwis yang bernama Sudadi, atas terselenggaranya acara gelar potensi budaya ini.


Tayuban ini adalah tarian yang mengandung unsur estetika dan keserasian gerak dalam ritme musik tradisional. Kesenian ini pada masanya dimaksudkan sebagai sebuah tarian ritual, gerakan-gerakan estetis yang menyimbolkan doa dan permohonan kepada Sang Pencipta untuk kesuburan tanah pertanian. Biasa dilakukan ketika mulai panen tiba dengan harapan pada musim panen berikutnya akan lebih berlimpah. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Tayuban juga dilaksanakan di hampir seluruh upacara tradisional, seperti acara bedah bumi.

(Red)




Tonton Juga


beranda


Posting Komentar

0 Komentar