Header Ads Widget

rajawali elt ads smart biz

Gerbang Banyu Langit, Wisata Alternatif Yang Viral



PIYUNGAN, (smtourtravel.online) - 
Piyungan, 15 November 2020, Saat tim reportase smtourtravel melanjutkan pencarian obyek wisata alternatif yang lagi booming, sampailah ke sebuah lokasi di Bintaran Kulon Kapanewon Piyungan Bantul. Tepatnya dari arah jalan Jogja - Wonosari, dari pasar wage pinggir kali opak ke selatan.

Sempat sekira setahun yang lalu salah satu anggota tim pernah berkunjung ke lokasi ini. Namun pada waktu itu keadaannya belumlah seperti sekarang. "Gerbang Banyu Langit" namanya. Kenapa dinamakan demikian, mungkin karena lokasinya yang berada persis di pinggir kali Opak.

Suasana kali ini sangatlah ramai. Kalangan dewasa hingga anak-anak, pengunjung pemotor hingga rombongan keluarga bermobilpun berjubel. Parkiran penuh. Tak ketinggalan kelompok-kelompok reunianpun banyak. Salah satunya para alumni SD Jolosutro II Piyungan Bantul angkatan tahun 1987 yang sekarang rata-rata anggotanya telah berusia 45-46 tahun. Saling bertemu melepas rindu sembari membuat rencana-rencana rutin ke depan yang dapat lebih mempererat persaudaraan yang lama berpisah.




"Susah payah beberapa orang relawan dari kami mecari kontak teman-teman yang sudah berpencar entah di mana. Namun akhirnya sebagian besar dapat kami temukan dan setuju untuk berkumpul. Kebetulan domisili juga masih dalam lingkup DIY," ucap Purwanto yang ditunjuk sebagai ketua grup menerangkan.

"Kami memilih tempat ini (Gerbang Banyu Langit - Red) karena selain tempatnya dekat, juga karena susananya yang sejuk, banyak pepohonan, asri, ada aliran sungainya. Fasilitasnyapun lengkap dan bersih. Saung-saungnya banyak, untuk rombongan yang anggotanya banyakpun tersedia. Permainan anak-anaknya juga komplit," sela Purwanto menambahkan.

Memang di lokasi wisata ini tersedia berbagai fasilitas untuk bersantai bagi orang dewasa dan wahana bermain bagi anak-anak yang cukup membuat pengunjung betah. Mushola dan toiletnya bersih. Ada kolam renang anak, ayunan, genjotan dan termasuk juga aliran sungai Opak disiapkan kano untuk disewa Rp. 15 ribu dengan lengkap beserta peralatan safetynya. Kulinernya jangan ditanya lagi, tinggal memilih salah satu dari puluhan stand makanan dan minuman yang cenderung menyajikan santapan tradisional yang menjadi unggulan masyarakat sekitar.









Timpun akhirnya mencoba beberapa kuliner yang ditawarkan para penjaga stand. Wah, tidak disangka ternyata harganya murah. Beli kopi hitam tanpa gula juga hanya Rp. 2.000,-. Tidak seperti di tempat wisata lainnya, yang cenderung seperti memanfaatkan situasi ketika ramai malah harganya dinaikkan. Harga tiket masuknya gratis. Cuma bayar parkirnya. Benar-benar rekomendet bagi siapapun untuk mencoba tempat alternatif berwisata.





(Red)




Tonton Juga


beranda


Posting Komentar

0 Komentar